Tampilkan postingan dengan label Cerita lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita lucu. Tampilkan semua postingan

5 November 2013

Cerita Lucu Terbaru

Cerita Lucu Terbaru yang bisa membuat kita Mati  tertawa. Mengapa harus mati ketawa cara Indonesia ?  Karena orang Indonesia sangat lucu, ramah dan sangat suka tertawa.Pejabat  yang korup meskipun sudah diancam dengan hukum pidana berat atas perbuatannya,  pada saat diwawancarai wartawan untuk diekspos pun masih sempat tertawa, bahkan melontarkan lelucon yang bisa membuat orang mendengarnya menjadi  tertawa.


Tertawa bukan lagi bentuk  spontan akibat adanya Cerita Lucu yang bisa mempengaruhi urat  tertawa sehingga menimbulkan reaksi  tawa. Namun, tertawa  telah  menjadi  variable  berpengaruh untuk menjadi mesin pencetak uang  bagi segelintir orang yang di otak kecilnya hanya memikirkan uang setiap saat.
Fenomena yang begitu  itu tak dapat dipungkiri lagi, di mana pada saat ini telah banyak artis yang perlahan-lahan mulai bergeser pada acara yang bisa bikin tertawa. Ada Ustad dan Ustadza yang selain memberikan siraman rohani dalam bentuk dakwah, juga cenderung menyelingi dakwahnya dengan tingkah lucu atau cerita lucu agar membuat jemaahnya yang setia menjadi semakin setia,  dan membuat penggemarnya tidak bergeser ke lain hati. Jadi, tertawa telah menjadi obyek yang menarik dan perlu dipertimbangan sebagai salah satu cara untuk meraup uang.
Maka tunggu apa lagi. Sepanjang tertawa itu belum dipunguti pajak, mari kita tertawa. Tertawa untuk mengusir perasaan jenuh, stress dari kehidupan sehari-hari  yang kian panas dan penuh kompetisi, agar kembali fresh.
Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara kita tertawa pada hari ini?  Jawabannya sangat mudah, mari kita Simak Cerita Lucu Terbaru yang dapat membuat kita mati ketawa. Cerita ini merupakan update dari cerita lucu sebelumnya. Silahkan........




Perbedaan Nasib buruk dan bencana

Apa perbedaan antara nasib buruk dan bencana ?
Jawab : Jika seorang gelandangan melewati titian yang di bawahnya comberan, kemudian gelandangan itu terpeleset dan jatuh ke dalam comberan, maka disebut nasib buruk. 
 Jika seorang pejabat melewati titian yang di bawahnya comberan, kemudian pejabat itu terpeleset dan jatuh ke dalam comberan, maka disebut bencana.



Bagaimana Rasanya hidup di Indonesia

Seorang turis ditanya oleh wartawan :
Wartawan : Bagaimana rasanya hidup di Indonesia?
Turis : Seperti bergantung di dalam bis. Seorang menyetir, orang lainnya terguncang-guncang dan
terseret kesana-kemari.



Tuhan berlalu sambil menangis 

Seorang ulama bertanya kepada Tuhan,
Ulama : Tuhan, Kapan Negeriku ini bisa adil dan makmur?
Tuhan : 50 tahun lagi………….
Ulama itu pun menangis dan berlalu darisitu.

Seorang pengemis bertanya kepada Tuhan.
Pengemis : Tuhan, Kapan Negeriku ini bisa adil dan makmur?
Tuhan : 100 tahun lagi……..              
Pengemis  itu pun menangis dan berlalu darisitu.

Seorang Politikus bertanya kepada Tuhan.
Politikus :    Tuhan, Kapan Negeriku  ini bisa adil dan makmur?
            Tuhan menangis dan berlalu darisitu.     

                                                            
Karena Ulah satu orang

Seorang pria sedang mabuk berteriak-teriak di sepanjang jalan. “Hidup semakin susah. Barang-barang mahal dan sulit dicari. Itu semua karena ulah satu orang !”. 

polisi menangkapnya dan menanyainya, “Siapa yang kamu maksud dengan ulah satu orang itu?”.
Pria mabuk menjawab, “Tentu saja orang yang menyebabkan  saya mabuk…..?”.
Polisi bertanya lagi, “siapa yang membuat kamu mabuk!”
Pria mabuk menjawab  “siapa lagi kalau bukan penjual  barang yang membuat saya mabuk”.
Polisi itu tersenyum  dan berkata, “Oooh, kalau begitu kamu boleh pulang….”.
Pada saat di depan pintu,  pria mabuk menengok ke belakang dan menanyai polisi yang telah menginterogasinya tadi,  “Kalau menurut bapak siapa orang yang satu itu?”.


Terserah apa baiknya



Untuk menguji reaksi berpikir spontan,  maka dilakukan uji coba cara cepat menjawab sebuah pertanyaan. Sampelnya adalah  Arsitek, Dokter dan Hakim.
Penguji :  5 x5 ?
Arsitek : 25 !
Penguji :  2 x 6 ?
Dokter : 12 !
Tiba giliran Hakim….
Penguji : 8 x 8 ?
Hakim : Terserah apa baiknya menurut bapak….bisa 5 tahun, 4 tahun, atau 2 tahun….!
-----------------------------------

Semoga Cerita Humor diatas bisa menghibur setiap hati yang dilanda kesedihan. Setidaknya Cerita Humor diatas bisa membuat anda tertawa dan minimalnya membuat anda tersenyum, SHARE atau LIKE jika Postingan Cerita Lucu diatas dianggap sangat menghibur dan bermanfaat.



4 November 2013

Cerita Lucu Terbaru


Pada kesempatan ini kami akan berbagi Kumpulan tentang Cerita Lucu. Dalam Cerita Lucu Terbaru dalam postingan berikut dimaksud untuk menghibur dan membuat anda tertawa. Kumpulan Cerita lucu Terbaru  yang akan kami bagian dapat dijadikan bahan update status di FB, BBM dan twitter. Adapun maksud postingan ini hanya untuk menghibur dari kebosanan dalam menghadapi pekerjaan sehari-hari, dan tidak dimaksudkan untuk menyinggung pihak manapun juga. Jadi silahkan langsung disimak saja. 


Yesus Lebih Memilih Berjalan Di atas Air

Seorang warga Skotlandia yang terkenal  sangat kikir, sedang berwisata di  Laut Galilea Israel. Sepanjang jalan dia selalu memikirkan tentang kehidupan Yesus, dan membayangkan betapa sulitnya perjalanan Yesus dalam menyiarkan agama itu.

Sesampainya di tepi Laut Galilea, Orang Skotlandia itu bermaksud menyeberang laut. Lantas dia pun bertanya berapa ongkos penyeberangan kepada tukang perahu. Si Tukang perahu dengan spontan menjawab :”Sepuluh dolar uang Amerika Serikat, Tuan”. Alangkah terkejutnya Orang Skotlandia itu, dengan kesal ia berkata, ”Pantasan Yesus memilih berjalan di atas air. Biaya penyeberangan di sini sangat  mahal...!!!.”.



Waktu yang diperlukan menyelesaikan Stadion Senayan

Seorang turis Amerika serikat bertanya kepada sopir taksi, berapa lama waktu yang diperlukan menyelesaikan bangunan Toserba Sarinah. Sopir itu menjawab 4 tahun. Turis berkata, terlalu lama, di negaranya hanya perlu waktu 2 tahun menyelesaikannya. Kemudian di jalan lingkar depan Hotel Indonesia, si turis bertanya lagi, berapa lama waktu yang diperlukan untuk membangun hotel itu. Dengan maksud membuat si turis kagum, Sopir menjawab hanya 2  tahun. Turis itu dengan congkaknya berkata, kalau di negaranya cuma perlu waktu 1. Tahun. Persis sampai di Stadion Senayan, si turis mengamati lama-lama stadion itu dan bertanya, kalau stadion itu berapa lama waktu untuk menyelesaikannya. Dengan kesal sopir itu menjawab, tidak tahu, Tuan. Kemarin waktu lewat di jalan ini, belum ada stadion itu.



Kereta api

Seorang turis selalu menyombongkan negaranya dan membanding-bandingkannya dengan Indonesia.
Pada suatu hari Turis itu sedang berbincang-bincang dengan security sebuah hotel. Katanya, daratan negerinya sangat luas. Dari daratan pantai barat San Fransisco menuju pantai timur New York,  kita harus  menghabiskan waktu berhari-hari dengan naik kereta api saking luasnya. 
Dengan santai sambil menghisap rokoknya dalam-dalam, si security pun berkata. Di Indonesia ini kita juga bisa menghabiskan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu menunggu kereta api tiba di stasiun. Dengan takjubnya si turis bertanya, kenapa? Dengan nyengir security menjawab. Menunggu kereta api yang rusak sampai selesai dikerjakan. 




Bermula Dari Sarapan Pagi

Seorang Arab sedang duduk menunggu sarapan paginya di sebuah hotel. Tak lama kemudian datang orang Prancis yang duduk di dekatnya. Sambil mengangguk orang Prancis itu mengucapkan selamat pagi dalam bahasa Prancis, “Bonjour, Monsieur”.
Orang Arab itu pun menjawab spontan, “Namaku Rasyid bin Husen, bukan Mansyur”.
Kedua orang itu pun tersenyum lalu sarapan pagi bersamaan tanpa ada yang berkata-kata lagi.
Keesokan paginya orang Arab itu bertemu lagi dengan orang Prancis yang kemarin pagi ditemuinya. Orang Prancis itu tersenyum dan berkata, “Bonjour, Monsieur”. Lagi-lagi orang Arab itu menjawab, “Namaku Rasyid bin Husen, bukan Mansyur”.
Merasa heran dengan ucapan orang Prancis itu, si orang Arab berusaha ingin tahu apa arti ucapan orang Prancis itu. Namun belum mendapat tahu apa arti ucapan dimaksud, orang Arab secara kebetulan bertemu dengan orang Prancis pas di depan kamarnya. Si orang Arab cepat-cepat berkata dengan maksud mendahului,  “Bonjour, Monsieur”.
Sambil tersenyum dan mengangguk sopan orang Prancis itu menjawab, “Namaku Rasyid bin Husen, bukan Mansyur”.

 -----------------------------------------------------------------------------------------

Demikian postingan ini diharapkan dapat menghibur. Atas komentar dan likenya pemanahrajawali65.blogspot.com, mengucapkan terima kasih.

Klik to Like